"Sesungguhnya Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang Ma'ruf (dakwah), dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Alloh..." ( QS: 3 : 110 )

Alloh SWT berikan pujian ini bukan hanya untuk laki laki saja, bukan untuk Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra, Ali ra, tidak, tetapi juga untuk, Aisyah r.ha, Hafsah r.ha, Khadijah r.ha, Fathimah r.ha, Summayyah r.ha, Asma r.ha dan yang lainnya, laki laki dan wanita. Jadi kata kata "kuntum" di sini ini untuk kaum laki laki dan wanita, para sahabat ra dan para sahabiyah r.ha. Mereka para sahabat ra dipuji oleh Alloh SWT, sebagai umat terbaik, ini sebab kerja sama mereka dalam dakwah baik laki laki, maupun perempuan. Jadi tanggung jawab agama ini bukanlah untuk laki laki saja tetapi untuk kaum wanitanya juga.

Jumat, 11 Januari 2013

Kisah Isteri Maulana Yusuf Al Khandawi Rah.A

Maulana Yusuf ini rumahnya terpisahkan hanya oleh selembar karung goni dengan masjid tempat beliau mengatur kerja dakwah. Rumahnya bukan terpisahkan oleh kain yang mahal, tirai yang mahal, tidak tapi hanya terpisahkan oleh karung goni, begitu sederhananya kehidupan beliau ini. Sangking sibuknya Maulana Yusuf ini disibukkan oleh kerja dakwah, menuntaskan buku hayatus sahabah, menegakkan usul usul dakwah, mengatur jemaah, kadang kadang baru bisa mengunjungi isterinya dua minggu sekali saja.

Suatu ketika isteri Maulana Yusuf ini sakit keras, datanglah utusan dari rumah beliau untuk menyampaikan bahwa isterinya sakit keras. Namun asbab kesibukan beliau dalam dakwah, ummat banyak yang membutuhkan arahan beliau, sehingga Syeikh Yusuf mengatakan kepada utusan isterinya, "Sampaikan salam kepada isteriku, katakan padanya sebentar lagi saya akan menjumpainya." Syeikh Yusuf diberik kabar agar segera datang untuk mendoakan isterinya yang sakit keras dan mendampingi isterinya menjelang wafat. Syeikh Yusuf asbab kesibukannya mengurus ummat beliau menyampaikan kepada utusan bahwa Syeikh Yusuf akan datang 30 menit lagi untuk menemani isterinya. Namun isteri Syeikh Yusuf ini wanita yang luar biasa, mendengar pesan dari Syeikh Yusuf ini, isterinya berkata : "Sampaikan salamku kepada Syeikh Yusuf, dan katakan bahwa saya sedekahkan waktu 30 menit yang dberikan kepada saya ini, untuk ummat Rosulullah saw. Tidak usah datang jangan alihkan kesibukkan beliau ini dari dakwah."

Dan betul dakwah terus dijalankan oleh Maulana Yusuf Rah.A, belum sempat didatangi, isterinya sudah meninggal dunia. Waktu 30 menit yang disedekahkan oleh isteri Syeikh Yusuf Rah.A ini berapa hidayah untuk ummat Rosululloh saw. Isteri yang seperti inilah yang kita inginkan, kita bentuk agar fikir dakwah ini juga terbentuk dalam diri mereka. Inilah kepentingan menjadikan isteri kita ini sebagai partner dalam dakwah. Suatu kedzoliman jadikan isteri kita hanya sebagai hamba sahaya yang kerjanya hanya mencuci pakaian kita, membersihkan rumah, atau pun memasak makanan untuk kita. Allah tidak ciptakan seorang isteri ini hanya untuk menjadi hamba sahaya saja. Ketahuilah bahwa orang tua dari isteri kita ini tidak pernah terpikirkan semenjak anaknya lahir itu sampai dia menikah hanya untuk menjadi hamba sahaya kita. Coba tanya mertua kita apakah ingin anak mereka menjadi hamba sahaya ? Saya rasa tidak. Dan dalam al Quran pun tidak ada ayat yang menjadikan isteri ini sebagai hamba sahaya, tetapi yang ada adalah untuk dijadikan partner dalam dakwah dan juga dalam pendidikan anak. Inilah kepentingan menjadikan isteri kita partner dalam kerja dakwah, insyaAllah kita niatkan.

Jadi dalam dakwah tanggung jawab suami dan isteri sama, laki laki dan perempuan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam dakwah. Maka fikirnya bagi para isteri ini adalah :

1. Bagaimana saya membantu menyiapkan suami saya untuk kerja dakwah ?

2. Bagaimana saya mewujudkan pendidikan anak ?

Al Quran menceritakan walaupun tanggung jawab dakwah ini sama untuk laki laki dan perempuan, "Ana wamanit taba'ani", hanya saja medan kerjanya laki laki dan perempuan yang dibedakan oleh Allah SWT. Di sinilah ciri ciri kelaki-lakian dapat kita lihat yaitu medan kerjanya. Ciri ciri kesempurnaan laki laki ini dapat dilihat dari 4 perkara ini :

1. Memakmurkan masjid

Dirumah rumah yang didirikan dan disebut nama Allah di dalamnya ini maksudnya masjid atau rumah Allah. Masjid ini milik Allah, jangan kalian besarkan selain Allah di masjid. Jika ada bupati atau gubernur minta dipilih dalam masjid, maka jangan pilih mereka. Masjid bukan untuk kampanye atau menceritakan kebesaran gubernur atau bupati, tapi murni hanya untuk membesarkan Allah saja. Bertasbihlah setiap pagi dan petang dan sholat 5 kali sehari, siapa ? Laki laki, rijalun. Jadi sholat berjamaah ini adalah kerja daripada laki laki. Namun kalau perempuan mau sholat di masjid jangan dilarang, hanya saja sholatnya wanita ini dirumah sendiriannya lebih baik 25 derajat dibanding sholatnya bersama laki laki di masjid. Maka nanti jika ada anak laki laki datang mau melamar anak kita, yang pertama kali kita seleksi adalah kita tanyakan, "Dimana kamu tadi subuh sholat ?" Kalau dijawab "dirumah" , maka katakan. "Maaf saya tidak bisa menikahkan anak saya dengan orang yang tidak sempurna kelelakiannya."

2. Buat Kerja Dakwah

"Kami tidak mengutus sebelum kamu, wahai Muhammad, sesorang Nabi kecuali laki laki"

Tidak ada Nabi yang wanita, semua kerja Nabi ini dilakukan oleh laki laki. Apa kerja Nabi ini adalah berdakwah. Kerja mendakwahkan agama Allah ini adalah kerja laki laki, yang pergi mendakwahkan agama Allah kemana mana ini adalah laki laki. Walaupun secara tanggung jawab laki laki dan perempuan ini mempunyai tanggung jawab yang sama dalam dakwah namun medannya beda. Kalau perempuan menghidupkan dakwah dari rumahnya, kalau laki laki ini dengan melakukan 2,5 jam mengajak orang taat kepada Allah. Dimulai dengan berjaulah mengajak para laki laki dikampungnya untuk mau menghidupkan sholat berjamaah di masjid. Jadi ciri ciri kelelakian ini selain sholat berjamaah di masjid, tapi juga mengajak orang di kampungnya untuk memakmurkan masjid minimal 2,5 jam. Karkun yang tidak menyediakan waktu 2,5 jam ini adalah karkun yang telah kehilangan kelelakiannya.

3.  Siap Mengangkat Pedang untuk Perang di Jalan Allah

"Sebagian orang beriman adalah laki laki, laki laki yang menepati janji siap mati di jalan Allah, sebagaimana mereka menghembuskan nafasnya mati sebagai syahid, sebagian lagi dari mereka ada yang menunggu kapan saya mati syahid, dan yang sebagian lagi tetap setia tidak merubah janji mereka untuk mati di jalan Allah."

Jadi ciri kelelakian yang ketiga adalah kesiapan dia untuk mengangkat pedang yang sudah diasah isterinya di rumah untuk membela agama Allah sampai gugur mati syahid. Jadi ciri kelelakian yang ketiga dari laki laki ini adalah memiliki pedang di rumahnya yang disiapkan sewaktu waktu untuk dia mengangkat pedang memenuhi janjinya mati di jalan Allah. Jadi laki laki yang punya pedang adalah laki laki yang sempurna ciri kelelakiannya tersebut. InsyaAllah siap punya pedang di rumah. Laki laki ini harus siap berperang jika ada panggilan, sedangkan perang ini dilakukan diluar rumah. Laki laki yang berani berperang di dalam rumah ini laki laki yang banci, yaitu laki laki yang telah kehilangan kelelakiannya.

Nabi saw bersabda :

"Apakah kamu akan menjadi seseorang yang memukuli isterinya di siang hari, seperti hamba sahaya, dan lalu melampiaskan nafsunya di malam hari."

Nabi saw marah dengan perlakuan suami yang seperti ini kepada isterinya. Nabi saw marah dengan laki laki yang beraninya berkelahi dalam rumah. Rumah bukan tempat tempur bagi seorang laki laki. Bukannya medan untuk suami berkelahi dengan isteri, tidak. Nabi saw marah kepada suami yang berkelahi dengan istrinya di rumah.




Senin, 05 Maret 2012

Kisah 2

Seorang laki laki peminum dan pemabuk, setiap hari kerjanya minta duit untuk minum dan kemana mana bawa pisau. Kawan kawan berpikir bagaimana dia ini bisa keluar, dan alhamdulillah sekarang sudah keluar 3 hari, lalu berangkat ke lampung 40 hari. Saya jadi akrab dengan beliau sehingga sering ke rumahnya. Di rumahnya ini saya terkejut dia mempunyai anak dua perempuan, terdidik dengan baik dan sarjana dari universitas agama. Saya terheran sehingga saya memberanikan diri untuk bertanya "Pak maaf nih, andakan ini pemabuk dan peminum, tetapi kenapa anak anda bisa terdidik dengan baik, bahkan lulus dari universitas agama (UIN) ?" Ketika saya tanya ini dia menangis, lalu menjawab "Ustadz isteri saya ini terlalu baik dengan saya. Kalau saya pulang mabuk malam hari, isteri saya menunggu di depan pintu, dan tidak pernah mengeluarkan kata kata kotor atau bersikap kasar pada saya. Setiap pulang saya selalu disambut oleh isteri saya, dibawa ke kursi atau ranjang untuk dibaringkan, lalu dibersihkannya saya. Kaki saya dia bersihkan, mulut saya dia bersihkan. Lalu anehnya lagi di pagi hari ketika saya masih teler, mabuk, namun sebelum anak anak saya ini pergi sekolah, dia selalu mengatakan kepada anak anak saya, "Tidak ada yang boleh keluar rumah sebelum mencium tangan ayahnya."

Ini seorang isteri yang tegar, dia tahu suaminya seorang peminum dan pemabuk, namun dia terima dengan ikhlas kenyataan itu terlebih dahulu. Bahkan dia memberikan contoh dihadapan anak walaupun suaminya demikian tapi tetap dia hormati. Maka walaupun suaminya demikian seorang peminum dan pemabuk, tetapi isterinya tegar dalam agama, maka Alloh didik anak anak dia ini menjadi anak yang baik.

Jika tidak bisa dinafikan kepentingan dari keikutsertaan isteri kita ini dalam perjuangan agama, dalam kerja dakwah ini. Hari ini tersebarnya kerja dakwah wa tabligh ini keseluruh dunia ini asbab bantuan dan fikirnya seorang wanita. Suatu majelis di India, seorang wanita tua mengumpulkan wanita wanita lain membagi fikir. Ketika itu masih zaman penjajahan Inggris, katanya "Wahai saudari saudariku hari ini anak anak kita sudah menyukai sekolah sekolah orang kafir, sekolah sekolah orang Inggris (sekolah umum maksudnya). Anak anak kita sudah tidak mau lagi pergi ke pesantren hari ini untuk belajar. Jika ini terjadi dan dibiarkan maka nanti akan habis ulama ulama di India ini. Jika ulama habis maka agama akan hilang dari India ini. Bagaimana menurut pendapat kalian ?" Maka wanita wanita di majelis itu memberikan usul usul. Salah satu usul yang diberikan adalah mereka siap menikahkan anak mereka dengan ulama agar lahir keturunan keturunan yang mencintai agama. Sehingga anak anak mereka yang lahir dapat dididik untuk kepentingan agama. Seorang wanita mengajukan, "Saya punya anak gadis yang siap saya nikahkan dengan orang alim." Maka hasil musyawarah wanita ini disampaikan ke majelis laki laki di sebelahnya. Maka para ulama di majelis sebelah terheran heran masih ada di zaman seperti ini, masih ada seorang yang wanita yang memiliki kerisauan dan fikiran seperti demikian. Akhirnya sama majelis laki laki di sebelah ditakazakanlah kepada mereka yang alim di majelis itu. Semua ulama yang hadir pada waktu itu mengaku sudah menikah semuanya, kecuali seorang ulama yang duda, yaitu Syeikh Ismal, maka Syeikh Ismail sampaikan, "Saya ini duda, jika ibu tersebut bersedia mengawinkan anaknya kepada saya, maka saya akan nikahkan putrinya." Maka disampaikanlah kesiapan Syeikh Ismail tadi kepada ibu yang siap menikahkan anaknya kepada seorang ulama. Akhirnya menikahlah mereka Syeikh Ismail dan putri dari ibu tadi.

Hasil dari pernikahan Syeikh Ismail ini lahirlah 2 orang anak :

1. Syeikh Muhammad Yahya Al Khandalawi rah.a -> Lahirlah Maulana Zakaria rah.a

2. Syeikh Muhammad Ilyas Al Khandalawi rah.a -> Lahirlah Maulana Yusuf rah.a

Dari Maulana Ilyas ini lahirlah usaha dakwah, dari Maulana Yusuf lahirlah kitab Hayatus Sahabah dan tertib tertib dakwah. Dari jalur Muhammad Yahya lahirlah seorang Muhaddits terbesar di zamannya yaitu Syeikh Maulana Zakaria rah.a, pembuat kitab Fadhoil Amal, Best Seller, kitab dakwah, yang terjual di seluruh dunia dan dibeli hingga kini. Asbab kitab Fadhilah Amal ini lahirlah banyak sekali hafidz hafidz Quran, asbab dibacanya bab dalam Fadhilah amal ini tentang fadhilah Quran. Jadi wujudnya usaha dakwah di seluruh dunia, tersebarnya kitab kitab fadhikah amal, dan dikirimnya anak anak kita menjadi hafidz hafidz di Temboro, di Pakistan, di India, di Sragen, di Magelang, dan di mana mana ini asbab fikirnya seorang wanita tadi. Jadi semua pahala ini, pahala Maulana Ilyas rah.a, pahala Syeikh Yusuf rah.a, pahala Maulana Zakaria rah.a, semua pahala hafidz hafidz yang timbul dari membaca fadhilah amal, semua pahala pahala orang dalam dakwah ini, mengalir kepada siapa ? Kepada wanita di majelis tadi yang punya fikir agama tersebut.

Kisah Masuk Islamnya Ustman bin Affan RA

Ustman ra bercerita perihal ke Islamannya, "Ketika aku datang ke rumah, bibi ku Sa'adah sedang duduk duduk, dan aku duduk berdekatan dengannya. Lalu dia mulai mendakwahkan aku untuk masuk Islam. Pembicaraan bibiku ini amat menyentuh perasaanku. Setelah bibiku meninggalkanku, aku pergi berjumpa dengan sahabatku, Abu Bakar ra, untuk meminta nasihat. Abu Bakar memberitahuku bahwa apa yang diperkatakan oleh bibiku itu semuanya adalah benar. Abu Bakar berkata bahwa Muhammad saw adalah sesungguhnya pesuruh Alloh, dan beliau memintaku untuk mengambil seruan baginda saw. Ketika itu Rosululloh saw memasuki rumah dan aku terus memeluk Islam." (Bayan Maulana Ihsan)

Alloh anugerahkan kelembutan hati pada wanita, maka makhluk yang paling cepat melaksanakan hukum Alloh SWT ini adalah wanita :

1. Ketika Alloh perintahkan ini ummat untuk mengorbankan harta dan dirinya di jalan Alloh, maka siapa yang pertama kali berkorban, ini adalah wanita syahiddah, yaitu Sumayyah r.ha.

2. Orang yang pertama kali menghabiskan duitnya di jalan Alloh ini adalah wanita, yaitu Khadijah r.ha.

3. Semua bibi bibi Rosululloh saw ini semuanya masuk Islam, tidak ada satu pun bibi Rosululloh saw ini yang tidak masuk Islam. Namun paman Nabi saw ada yang tidak menerima Islam yaitu Abu Thalib dan Abu Lahab. Namun yang menerima adalah Hamzah ra dan Abbas ra. Semua wanita di kalangan keluarga Nabi saw memeluk Islam.

Inilah hebatnya wanita ini jika ikut serta dalam perjuangan agama. Terbinanya anak kita di rumah bukan bergantung pada laki lakinya yaitu bergantung pada kesholehan ibunya. Dalam al Quran diterangkan :

"Tanah yang subur akan tumbuh daripada tanaman yang subur pula, tanah yang gersang jangan diharapkan tumbuh tanaman yang baik melainkan yang gersang pula."

Menurut tafsir ulama bahwa ayat ini yang dimaksudkan tanah dalam ayat ini adalah wanita. Bersumber dari wanita yang sholeh ini akan lahir dan tumbuh anak anak yang sholeh. Namun bersumber dari wanita yang tidak baik jangan harapkan lahir dan tumbuh anak yang baik, melainkan anak yang tidak baik pula sebagaimana tanah yang gersang pula.

Suami boleh Nabi atau boleh Wali, tetapi isterinya tidak benar, bukan dari orang yang baik, jangan harapkan anaknya akan baik. Suami boleh peminum dan pemabuk, tetapi kalau isteri masih tegar dalam agama, masih bisa diharapkan untuk mendapatkan anak dan keturunan yang baik :

1. Nuh as seorang Nabi, lihat bagaimana anaknya. Ketika Nuh as panggil anaknya untuk naik ke dalam kapal untuk diselamatkan karena semuanya akan Alloh tenggelamkan. Tetapi apa kata anak Nuh as ? Dia menolak daripada perintah ayahnya dan memilih untuk naik ke atas gunung agar selamat dari air, yang akhirnya gunung pun Alloh tenggelamkan.

2. Beda dengan Ibrahim as, lihat bagaimana anaknya. Nabi Ibrahim as bercerita kepada Ismail tentang mimpinya yang haq bahwa dia bermimpi diperintahkan Alloh untuk menyembelih anaknya Ismail. Nabi Ibrahim as bertanya kepada Ismail "Bagaimana pendapatmu tentang mimpi ini ?" Nabi Ibrahim as menanyakan pendapat anaknya ini bukan untuk bermusyawarah, karena perintah Alloh tidak boleh dimusyawarahkan, tetapi untuk menguji keimanan daripada Ismail as. Ini karena setuju atau tidak setuju pasti akan tetap disembelih juga. Namun sungguh mengejutkan jawaban dari Ismail as ini. "Wahai ayah kerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Alloh, maka engkau akan mendapatkan aku sebagai orang yang bersabar."

Perbedaannya :

1. Anak Nabi Nuh as dipanggil ayahnya untuk diselamatkan dia malah menolak -> Mati.

2. Ismail as dipanggil Nabi Ibrahim as untuk disembelih, dia taat -> Alloh selamatkan.

Padahal Ismail ini jauh dari ayahnya, ditinggalkan dipadang pasir bersama ibunya, tidak berjumpa dengan ayahnya bertahun tahun, sekali berjumpa ayahnya hendak menyembelihnya. Beda dengan Nabi Nuh as, anaknya hidup dengannya satu rumah, namun mengapa anaknya Nuh as tidak taat kepada ayahnya, sementara Ismail jauh dari ayahnya tapi mau taat kepada ayahnya, apa yang membedakannya ? Padahal sama sama anak Nabi, dan bapaknya bahkan termasuk Ulul Azmi. Perbedaannya adalah isteri atau ibu mereka :

1. Anak Nabi Nuh as, Kan'an, dididik oleh ibu yang tidak baik, tidak punya agama.

2. Anak Nabi Ibrahim as, Ismail as dididik oleh ibu yang sholehah, ibu yang tegar dalam agama.

Inilah pentingnya peran ibu dalam keberhasilan pendidikan anak tersebut. Seorang pujangga sastra arab mengatakan :

"Al Ummu Madrasatul Kubro " Artinya : Ibu itu adalah Madrasah (Pusat Pendidikan) anak terbesar.

Ibu ini adalah madrasah terbesar, lebih besar dari Al Azhar Mesir, lebih besar dari Harvard di Amerika, lebih besar dari Universitas Indonesia, lebih besar dari Gontor, lebih besar dari seluruh pesantren terbaik di dunia.

"Kalau kamu siapkan dirimu dengan baik berarti kamu telah menyiapkan satu generasi yang akan mengharumkan nama bangsanya."

Sabtu, 03 Maret 2012

Kisah Masuk Islamnya Umar RA

Ketika dalam perjalanan mau membunuh Nabi saw, Umar ra bertemu Saad bin Abi Waqqah dan mengutarakan niatnya untuk membunuh Nabi saw. Lalu Saad ra memberi tahu bahwa adik perempuan Umar ra sudah masuk Islam terlebih dahulu. "Ngapain kamu ngurusin Muhammad, itu adik kamu sudah masuk Islam, itu saja dulu kamu urusin." Mendengar hal ini Umar ra marah, lalu mendatangi rumah adiknya, yang di dalam sedang melakukan taklim dengan suaminya Khabbab ra. Maka digedorlah rumah adiknya, terkejut melihat Umar maka dipukullah iparnya ini hingga terjatuh dan berdarah. Adik Umar yang perempuan ikut ingin melerai dipukul juga oleh Umar ra hingga terjatuh dan berdarah. 

Adik perempuan Umar ini seorang wanita yang lemah berhadapan dengan seorang laki laki yang kuat, abangnya sendiri, namun karena kekuatan imannya ia berkata, "Wahai Umar kerjakan apa yang kamu inginkan kami tidak akan meninggalkan Islam." Hardikan yang datang dari kekuatan iman ini mampu membuat seorang Umar yang digelari "singa padang pasir" tidak berdaya pada waktu itu. Hingga Umar bertanya, "apa yang kamu baca itu ?" adiknya menghardik lagi, "kamu ini najis, mandi dulu baru baca." inilah kekuatan wanita yang imannya terhujam di hati mampu menaklukkan pria yang terkenal kejam dan bengis pada waktu itu, hanya dengan hardikan yang bersumber dari kekuatan imannya. Umar mandi lalu bersimpuh di hadapan adiknya untuk mendengar apa yang dibacakan adiknya. Akhirnya Umar minta dibawa menghadap Nabi saw untuk masuk Islam.

Kamis, 01 Maret 2012

Kisah 1

Seorang wanita telah datang kepada Rosululloh saw dengan pengakuan, "Ya Rosululloh saw, saya sudah berzina, bersihkan saya ya Rosululloh." Ajaib, orang datang mengaku berzina, namun Nabi saw menghadapi wanita ini dengan sikap mahabbah dan kelembutan. Nabi saw merasa wanita mungkin hanya berpegang pegang tangan saja. Berprasangka baik Nabi saw, wanita ini disuruh pulang oleh Nabi saw. Akhirnya wanita ini pulang.

Setelah beberapa bulan wanita ini kembali lagi dalam keadaan hamil dan berkata "Ya Rosululloh betul saya sudah melakukan zina, ini buktinya saya hamil, bersihkan saya ya Rosululloh." Wanita ini faham jika dia bersedia dihukum, dirajam, dia jalani hukuman, dibersihkan di dunia ini, maka di akhirat dia akan selamat. Kalau tidak dibersihkan di dunia maka kengerian apa yang akan dia alami nanti di akhirat nanti. Maka Nabi saw perintahkan agar dipanggilkan wali dari wanita ini. Nabi saw perintahkan kepada walinya agar merawat daripada wanita dengan baik ini sampai dia melahirkan.

Sembilan bulan sepuluh hari wanita ini mengandung mujahadah tersiksa dengan perasaan bersalah tersebut. Sehingga ketika melahirkan dia bawa anaknya yang baru dilahirkan ini kepada Rosululloh saw. "Ya Rosululloh, kini saya telah melahirkan dan ini anak saya, maka tolong bersihkan saya" Namun Nabi saw perintahkan kepada wanita tersebut untuk membesarkan anaknya hingga mampu memegang makanannya sendiri.

Akhirnya dua tahun sudah berlalu, dia melewati dengan penderitaan bathin, takut takut dia mati sebelum dibersihkan di dunia. Maka setelah dua tahun, anaknya sudah bisa memegang makanannya sendiri, wanita ini kembali lagi ke Rosululloh untuk minta dibersihkan. Wanita ini berkata "Ya Rosululloh kini anakku sudah bisa memegang makanannya sendiri, bersihkan saya." Maka Nabi saw perintahkan kepada para sahabat untuk menjalankan hukuman rajam kepada wanita tersebut. Setelah meninggal, maka dimandikan dan dikafani, lalu disholatkan di iimami oleh Rosululloh saw. Umar ra protes dan menarik Nabi saw. "Ya Rosululloh kenapa engkau sholati dia, padahal wanita ini seorang penzina ?" Namun Nabi saw katakan "Wahai Umar, wanita ini sudah bertaubat, yang mana taubatnya ini sudah diterima oleh Alloh SWT. Andaikan dibagikan kepada 70 orang laki laki di kota Madinah ini niscaya mereka semua masuk surga."

Ini adalah kisah seorang wanita penzina yang datang kepada Nabi saw, namun Nabi saw masih bisa memperlakukannya dengan baik dan lembut. Namun ada kisah 3 orang sahabat yang selalu ikut dalam perjuangan agama, suatu ketika mangkir dari perjuangan agama, dalam perang tabuk, Muroroh RA, Kaab, dan Hilal RA. Mereka ini sahabat sahabat yang dikenal keberaniannya dan tidak pernah lewat sekalipun dari perjuangan agama, kecuali dari perang tabuk. Setelah Nabi saw pulang dari Tabuk, mereka menghadap Nabi saw untuk meminta maaf dan memberikan alasan kenapa mereka tidak ikut dalam perjuangan agama. Apa kata Nabi saw ? "Perkara ini saya tidak berani memutuskan, nanti tunggu keputusan dari langit." Dalam perkara ini Nabi saw tidak bisa membuat keputusan terhadap orang orang lama yang mangkir dari takaza agama. Maka keputusan dari langit adalah semua masyarakat Madinah agar memberikan embargo dan boikot tidak boleh berbicara kepada mereka, yaitu 3 orang sahabat tadi yang mangkir dari perjuangan agama. Bahkan hukum memberikan salam ini yang wajib bagi semua orang Islam, diharamkan untuk menjawab salam atau memberi salam mereka asbab meninggalkan perjuangan agama. Bahkan di hari ke 41, Jibril as turun membawa perintah agar isteri isteri 3 orang sahabat tadi meninggalkan suami mereka. Sehingga ketika itu bumi Madinah yang begitu luas, terasa sempit bagi mereka. Setelah hari ke 51 turunlah pengampunan bagi mereka dari Alloh SWT. Ini ajaib, seorang penzina datang, namun Nabi saw masih bisa berlaku lembut kepadanya, namun 3 orang sahabat, bukan seorang penzina, bukan seorang pemabuk, hanya meninggalkan perjuangan agama, maka boikot 50 hari tidak boleh berbicara.

Saat isteri tidak sholat maka ini berdosa, namun jika isteri tidak ikut dalam perjuangan agama, dalam dakwah, maka dosanya melebihi dari pada sholat itu sendiri. Bagaimana pun keberhasilan suami dalam berdakwah, dalam tasykilan, ini bergantung daripada dukungan isteri.

Maulana Mustaqim katakan di Cianjur dalam bayan masturat :

"Jika Alloh ingin menurunkan agama di suatu kampung, maka Alloh kirimkan Nabi. Jadi yang membawa agama ini adalah Nabi. Dan sudah menjadi keputusan Alloh bahwa semua Nabi laki laki, tidak ada Nabi yang wanita. Namun berapa besar hidayah yang turun dan tersebar ini di kampung tempat Nabi berdakwah tadi, yang dipandang Alloh adalah pengorbanan isteri isteri Nabi tersebut. Inilah ukuran besarnya hidayah yang turun asbab daripada pengorbanan isteri isteri Nabi tadi. Jadi dalam dakwah jika isteri Nabi ini ikut berkorban maka tasykilan daripada Nabi ini akan banyak, namun jika isteri tidak ikut berkorban, maka tasykilan Nabi Nabi ini akan sedikit."

Karkun 4 bulan, setiap harinya dakwah 8 jam di maqominya, keluar 10 hari tiap bulan, namun jika dia tidak melibatkan isterinya dalam dakwah, maka dia akan berhadapan dengan keadaan tidak akan mendapatkan tasykilan di kampung dia. Di kisah sahabat diceritakan bahwa Abu Bakar ra dan Ali ra, mereka yang pertama masuk Islam disebabkan oleh dakwah Nabi saw. Namun Umar ra, masuk Islam disebabkan oleh taklim rumahnya adik perempuannya , Fathimah bin ish.

Rabu, 29 Februari 2012

Mudzakaroh Tentang Pentingnya Melibatkan Isteri dalam Kerja Dakwah

Oleh : Mufti Muhammad Luthfi Al Banjari
Syuro Indonesia

Kepentingan Masturot

Assalamu alaykum WaRahmatullahi WaBarakattuh

Kita akan bermudzakaroh tentang pentingnya melibatkan isteri dalam kerja dakwah kita :

1. Bagaimana tanggung jawab isteri kepada suami.
2. Bagaiamana tanggung jawab isteri dalam kerja dakwah.
3. Bagaiamana kita meletakkan isteri kita dalam kerja dakwah (tertib tertib masturot)

Alloh SWT sudah menyertakan umat ini dalam kerja kenabian yaitu kerja dakwah. Semenjak hari pertama kenabian, maka Alloh SWT sudah perintahkan kepada Rosululloh saw untuk mengumumkan kepada ummat ini bahwa :

"katakanlah wahai Muhammad ini adalah jalanku, yaitu mengajak orang kepada Alloh, dengan hujjah yang nyata, aku dan pengikutku."

Maksudnya apa dari ayat ini, Nabi saw menyampaikan jalan hidupnya, way of life of Rosululloh saw, Manhaju Hayati. Apa kerja Nabi saw ? yaitu mengajak orang untuk taat kepada Alloh, dakwah. Ala Bashirohtin yaitu dengan Hujah yang nyata, dengan dalil yang jelas, dan pandangan hati (keyakinan). Jadi kerja dakwah ini berdasarkan ala Bashirohtin atau pandangan hati, bukan bashorin atau pandangan mata.

Syeikh Ilyas rah.a katakan :

"Orang yang mampu menghandle kerja dakwah, baik yang mampu untuk keluar atau pun menghidupkan maqomi, adalah orang orang yang memiliki keyakinan (bashiroh)."

Orang yang tidak mempunyai keyakinan atau bashiroh tidak akan mampu istiqomah dalam dakwah atau pun menghandle kerja dakwahnya dengan baik. Kerja dakwah ini menggunakan bashiroh kalau kerja dunia bashorin.

Contohnya :

"Ketika waktu Dzuhur datang, dia mengojek, sudah mau ke masjid, tiba tiba orang datang minta dihantarkan ke Tanah Abang dengan tarif Rp, 100.000,- tidak jauh dari masjidnya. Padahal ke Tanah Abang dari situ cuma Rp. 10.000,- , tapi ini dikasih 10 kali lipatnya. Jika si ojek ini bashirohnya tidak tajam maka dia akan antarkan orang ini ke Tanah Abang sehingga dia masbuk sholatnya dan kehilangan sholat sunnah qobliah demi Rp. 100.000,-.

Kalo si ojek ini bashirohnya tinggi maka dia akan tolak tawaran itu dengan katakan "walaupun kamu beri 1 Milyar saya tidak akan mengantarkan bapak kalau harus kehilangan sholat atau jadi masbuk." Ini karena si ojek tau nilainya takbiratul ula, inilah bashiroh.

Inilah maksud dari orang yang mampu menghandle kerja dakwah ini adalah orang orang yang punya bashiroh, ala bashirotin. Jadi kerja dakwah ini kerja siapa ? ana wamanit taba'ani, yaitu aku dan pengikutku. Siapa saja ini pengikut Rosululloh saw ? ini termasuk laki laki dan perempuan, dua dua mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap dakwah. Jadi kewajiban mendakwahkan agama ini bukan tanggung jawab laki laki saja tapi laki laki dan wanita juga.

Begitu juga para sahabat laki laki dan wanita, kerja sama dalam dakwah, maka Alloh puji mereka :

"Sesungguhnya kalian adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyeru kepada yang Ma'ruf (dakwah) dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Alloh..." (QS: 3 : 111)

Pujian ini bukan untuk laki laki saja, bukan hanya untuk AbuBakar ra, Umar ra, Utsman ra, Ali ra, tidak, tetapi juga untuk, Aisyah ra, Hafsah ra, Khadijah ra, Fathimah ra, dan yang lainnya, laki laki dan wanita. Jadi kata kata "kuntum" di sini ini untuk ummat Nabi saw, laki laki dan wanita. Bahkan Alloh tekankan lagi dalam surat Taubah tentang pentingnya kerja sama suami istrei, laki laki dan wanita dalam menghandle kerja dakwah :

" Para mukmin laki laki dan mukmin perempuan dapat satu sama lain bekerja sama , saling tolong menolong"

Bekerja sama dan saling tolong menolong dalam hal apa ?

1. Kalau kerja sama dalam bikin rumah, ini burung pun juga bisa.
2. Kalau kerjasama dalam hal mencari nafkah, orang China lebih pandai (begitu juga Yahudi)

Kalau kita lihat di Glodok toko orang China ini pasti ada isterinya ikut jaga. Boleh dikatakan keajaiban dunia yang berapa kalau ada toko China, isterinya ga ada di toko.

3. Kalau kerjasama hanya dalam hal mencetak anak saja, ini banyak binatang yang lebih pandai dari manusia. Contoh : tidak ada babi lahir anaknya satu, tidak ada, babi ini sekali melahirkan anaknya bisa 5 s/d 7.

Maka untuk membedakan kerjasama yang dimaksud adalah :

1. Kerjasama dalam dakwah.
2. Kerjasama dalam mendirikan sholat.
3. Kerjasama dalam membayar zakat dan sedekah
    Daling mengingatkan
4. Kerjasama dalam mentaati perintah Alloh dan sunnah sunnah Nabi saw

Inilah kerjasama dalam maksud hidup :

1. Dalam Dakwah.
2. Dalam Menegakkan Sholat.
3. Dalam Menunaikan Hak Hak Orang Lain yaitu Dengan Membayar Zakat.
4. Dalam Mentaati Perintah Alloh SWT dan Sunnah Sunnah Nabi saw.

Maka jika kerjasama ini dilakukan janji Alloh :

Artinya : "Mereka akan mendapatkan limpahan Rahmat daripada Alloh SWT." (QS 9 : 71)

Jadi suami isteri akan mendapatkan limpahan Rahmat Alloh SWT setelah ada kerjasama dalam mencapai maksud hidup. Namun Rahmat Alloh tidak akan turun jika suami isteri ini hanya kerjasama untuk keperluan hidup. Ini ayat ayat al Quran yang menyeru kita untuk bekerja sama dengan isteri kita dalam maksud hidup yaitu dakwah. Nabi saw juga memberikan contoh kepada ummat tentang pentingnya kerjasama dalam dakwah dengan isteri ini. Ketika dalam keadaan pada waktu itu kerisauan yang luar biasa, ketika menerima wahyu pertama kali, orang yang pertama kali Nabi saw temui ini untuk dijadikan partner dalam dakwah bukan Abu Bakar ra, sahabatnya, atau Ali ra, keponakannya, tidak, tapi orang yang pertama kali Nabi saw temui adalah isterinya, Khadijah r.ha. Dari Goa Hira langsung ke rumah isterinya Khadijah r.ha.

Dunia boleh menentang tapi kalau isteri mendukung, maka itu adalah pintu gerbang bagi kehidupan seorang da'i. Namun dunia setuju sama dia, orang suka denger bayannya, tapi isterinya tidak setuju, maka ini adalah kehidupan yang seperti neraka bagi seorang da'i. Nabi saw memberikan contoh, sunnah yang paling hebat, yang pertama kali Nabi saw lakukan dalam kerja ini adalah menjadikan isterinya partner dalam kerja dakwah. Sejarah sudah membuktikan zaman Nabi saw, bahwasanya Nabi Nabi yang dibantu oleh isteri isteri mereka maka tasykilannya banyak, pengikutnya banyak :

1. Nabi Ibrahim as dibantu oleh dua isterinya : Sarah r.ha dan Hajar r.ha - banyak pengikutnya dan banyak lahir Nabi Nabi dari mereka.

2. Nabi Musa as didukung oleh isterinya : Safurah r.ha - waktu sakit ditinggal di lereng gunung demi dakwah ke Firaun hingga Bani Israel mengikutinya.

3. Nabi Muhammad saw didukung oleh isteri isterinya - Ummatnya banyak sekali hingga hari ini.

Sedangkan nabi nabi yang tidak didukung isterinya dalam kerja dakwah ini maka sejarah membuktikan tasykilannya sedikit. Memang hidayah ada di tangan Alloh SWT, namun asbab daripada sedikitnya taskylan ini sudah Alloh jelaskan dalam al Quran :

1. Nabi Nuh as letih siang malam dakwah selama 950 tahun tapi tasykilannya hanya 83 orang saja.

2. Nabi Luth as dakwah dalam waktu yang lama tapi tasykilannya hanya kedua putrinya saja, kenapa ? ini Alloh ceritakan dalam al Quran bahwa Nabi Nuh as dan Nabi Luth as mereka tidak mendapat dukungan dari pada isteri mereka. Isteri Nabi Nuh as dan isteri Nabi Luth as , dua duanya berada di dalam naungan dua orang sholeh, yaitu dua orang Nabi, namun mereka telah melakukan pengkhianatan kepada suami mereka. Pengkhianatan seperti apa yang dimaksud Alloh SWT ? Isteri Nabi Nuh as berkhidmat kepada Nabi Nuh as, peran sebagai isteri tetap dijalankan. Kewajibannya sebagai isteri tetap dijalankan dalam memenuhi kebutuhan dan keperluan suami. Namun pengkhianatan di sini bukannya isteri Nabi Nuh as itu selingkuh, tidak. Pengkhianatan di sini adalah menurut al Quran tidak sertanya isteri dalam perjuangan dakwah suami.

"Jadi pengkhianatan seorang isteri adalah ketika isteri tidak ikut serta dalam perjuangan dakwah suami. Sedangkan suami yang tidak mengikut sertakan isterinya dalam kerja dakwah ini adalah suami yang membiarkan isterinya dalam pengkhianatan."

Apakah kita merasa gembira mempunyai siteri yang "khianat" ?
Na'udzubillah. Kenapa kita musti senang hidup bersama isteri yang "khianat" ? Kita sangat marah bila isteri kita terkesan dengan laki laki lain, tapi tidak marah kalau isteri tidak ikut dalam kerja dakwah. Hari ini kita merasa berdosa kalau tidak sholat, tapi tidak merasa berdosa kalau tidak jaulah. Hari ini kita merasa berdosa kalau tidak bayar zakat, tapi tidak merasa berdosa kalau taklim di rumah tidak hidup. Padahal tidak hidupnya jaulah, tidak hidupnya taklim, lebih berdosa dari itu semua.







Selasa, 28 Februari 2012

Target Masturot "Menjadi Khadimah"

Akhlaq yang baik ini akan terbentuk melalui perkhidmatan. Mujahadah wanita yang paling utama adalah melayani atau khidmat kepada suami. Inilah sebabnya Ridho Alloh SWT ada bersama Rido Suami.

Maksud dan tujuan menjadi Khadimah adalah :

Agar perkhidmatan yang dilakukan istri bisa menolong suami untuk pergi di jalan Alloh.

Fadhilah :

"Andaikata diperbolehkan penyembahan kepada selain Alloh, maka aku akan perintahkan istri menyembah suaminya."

"Wanita yang mencuci pakaian suami dan anak anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Alloh SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat."

Kisah kisah :

1. Kisah khidmatnya Khadijah r.ha dari seorang kaya raya sampai menjadi miskin asab berkhidmat kepada Nabi saw.

2. Kisah khidmatnya Nabi saw sehingga Bilal terkesan dengan akhlaqnya Nabi saw, akhirnya masuk Islam.

3. Kisah seorang pelacur yang masuk surga asbab berkhidmat kepada seekor anjing. Si pelacur ini memberi minuman kepada anjing yang kehausan sehingga Alloh SWT Ridho dan memasukkannya ke surga. Siapa pelacur itu, dan siapa kita, kepada siapa dia berkhidmat, dan kepada siapa kita berkhidmat. Ini baru kisah pelacur berkhidmat kepada seekor anjing, asbab ini Alloh masukkan si pelacur ke surga. Bagaimana jika kita berkhidmat kepada suami kita yang Alloh SWT perintahkan, dan berkhidmat kepada agama Alloh SWT.

4. Sebagaimana khidmatnya Khadijah r.ha kepada Nabi saw dalam mempersiapkan Nabi saw mengambil tugas dakwah. Ketika itu Nabi saw dihibur dan ditarghib oleh Khadijah r.ha dan dibawa kepada ulama ahli kitab untuk menerangkan keadaan yang dialami Nabi saw.

Cara mendapatkannya adalah dengan cara :

1. Jika dipandang suami menyenangkan.
2. Jika berbicara kepada suami tidak menyakiti.
3. Jika diperintah suami dia taat.
4. Jika ditinggalkan suami dia bisa menjaga harta suami dan kehormatannya.
5. Sebaik baiknya perkhidmatan pada suami.


Senin, 27 Februari 2012

Target Masturot "Menjadi Zahidah"

Zahidah atau ahli Zuhud adalah orang orang yang rela mengorbankan harta ataupun kesukaannya demi agama atau pun akhiratnya dengan hidup sederhana. Ciri ciri orang yang zuhud adalah kesederhanaan. Kesederhanaan adalah ciri kehidupan Nabi saw dan keluarganya. Sedangkan kehidupan yang paling Alloh cintai adalah kehidupan Nabi saw dan keluarganya. Jika kebutuhan dan keperluan kita ini bisa disederhanakan, dizuhudkan, maka takaza akhirat akan dapat terpenuhi. Kenapa takaza agama hari ini sulit terpenuhi karena kehidupan kita ini penuh dengan sifat boros dan mubazir.

Maksud dan Tujuan menjadi Zahidah ini :

Mewujudkan ciri kehidupan Nabi yang merupakan sunnah utama dalam kehidupan rumah tangga Nabi saw yaitu kesederhanaan.

Umar ra berkata :

"Andaikan harta itu merupakan suatu kebaikan, maka dia akan Alloh berikan kepada Nabi saw."

Fadhilah :

Seseorang datang kepada Nabi saw mengenai perkara takut mati. Maka Nabi saw katakan "Jika kamu mempunyai harta maka korbankan seluruhnya di jalan Alloh."

"Sesungguhnya Alloh SWT telah membeli harta dan dirimu dengan surga"

"Sungguhnya yang paling aku takutkan pada diri kalian adalah keinginan syahwat yang menyesatkan kalian dalam hal perut dan kemaluan kalian, serta ambisi yang menyesatkan." (HR Thabrani)

Kisah Kisah :

1. Fathimah binti Abdul Malik rah.a, istri dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz rah.a mempunyai sebuah permata dari ayahnya Khalifah Abdul Malik. Ketika melihat permata tersebut, Umar bin Abdul Aziz berkata "Dari mana engkau dapatkan permata ini ?" istrinya menjawab "Ini adalah pemberian dari ayahanda Amirul Mukminin.: Umar bin Abdul Aziz yang terkenal sangat zuhud terhadap dunia berkata "Silahkan pilih, mengembalikan permata itu ke baitul maal ataukah engkau menyuruhku untuk menceraikanmu. Aku tidak ingin aku dan permata itu berada dalam satu rumah." Istrinya, Fatimah menjawab, "Aku lebih memilih engkau di atas segalanya, meskipun permata ini adalah milikku, nanti aku akan meletakkannya di baitul maal."

2. Aisyah r.ha di zaman Islam menaklukan Romawi dan Persia sering mendapatkan jatah ghanimah, namun semuanya dibagikan sebagai sedekah sehingga tidak ada satupun yang tersisa untuk dirinya. Bahkan hingga akhir hayat baju yang digunakan oleh Aisyah r.ha sangat sederhana seperti banyak tambalan, padahal dengan harta ghanimah dia mampu beli baju baru namun asbab fikir akhiratnya semuanya dia sedekahkan.

3. Fathimah r.ha mengadukan kemiskinannya kepada Rosululloh saw, lalu Nabi saw memberi nasehat kepadanya : "sabarlah wahai putriku. Sesungguhnya Musa as dan Safuro selama 10 tahun hanya memiliki 1 mantel, yang dipakai di siang hari dan menjadi selimut dimalam hari."

4. Seorang sahabat kembali ke rumah, didapatinya tempat masak roti menyala. Padahal dia tahu bahwa rumahnya tak ada apa apa termasuk makanan untuk dimasak atau dimakan. Maka ia bertanya kepada isterinya, "Apa yang kamu masak ?" Si isteri menjawab "Saya hanya sekedar menyalakan api. Sehingga nanti kalau ada tetangga yang datang berkunjung, mereka akan mengetahui bahwa di rumah kita ada makanan. Saya tidak ingin mereka mengetahui keadaan kita yang sebenarnya." Lalu suaminya mematikan api itu. Ketika dia buka tungkunya dia terperanjat, karena didapatinya tempat masak itu ada tersedia banyak roti bakar dan daging bakar. Allohu Akbar ! Kezuhudan sahabiyah datang dari keyakinannya kepada Alloh SWT. Walaupun dalam keadaan kurang mereka tidak ingin terlihat kurang di mata orang. Namun bagaimana keadaan kita hari ini baru kurang sedikit sudah mengadu ke semua orang dan kawan, tetangga, saudara, mengemis ngemis, mengiba mohon bantuan.

5. Suatu ketika Syeikh Ilyas rah.a diundang ke acara perkawinan oleh seorang temannya yang kaya dan punya jabatan. Ketika beliau sampai di acara tersebut, beliau terdiam karena acara dimeriahkan oleh musik dan tari ala India. Melihat hal ini syeikh Ilyas rah.a sangat sedih, perkawinan orang Islam dengan cara orang kafir. Lalu Syeikh Ilyas memanggil temannya yang punya hajatan. Syeikh Ilyas bertanya :"Apakah dalam acara ini kamu mengundang semua orang." Temannya berkata "Ya". Lalu Syeikh Ilyas bertanya lagi, "Apakah pejabat pejabat di negeri ini kamu undang." Temannya berkata : "Ya". "Apakah seluruh keluarga dan kerabatmu kamu undang." tanya Syeikh Ilyas rah.a. Temannya menjawab, "Ya saya undang." Lalu Syeikh Ilyas kembali bertanya "Apakah tetangga dekat dan tetangga jauh juga kamu undang ?" Temannya menjawab "Ya" "Apakah pelayan pelayan di rumah ini, tukang kebun, tukang cuci, tukang wc, mereka semua kamu undang juga ?" Temannya katakan, "Ya". Syeikh Ilyas rah.a katakan, "Wahai saudaraku, kamu telah mengundang dalam pesta perkawinan anak kamu ini, semua orang. Kamu undang dari pejabat, kerabat, tetangga, bahkan sampai tukang bersih wc mu sekalipun. Yang saya mau tanyakan apakah kamu juga mengundang Alloh dalam pestamu ?" Teman Maulana Ilyas rah.a terdiam, menyadari bahwa Alloh SWT tidak hadir dalam pesta perkawinan anaknya dikarenakan acara tersebut tidak memakai sunnah Nabi saw, melainkan cara orang kafir yang menggunakan tarian dan musik.

Cara mendapatkannya dengan menunaikan hak harta tersebut :

1. Sisihkan untuk dakwah (Maksud Hidup)
2. Sisihkan untuk ibadah (Hablum Minalloh)
3. Sisihkan untuk sedekah dan infaq (membentuk Akhlaq : Hablum Minannas)
4. Keperluan sederhana (Sunnah Utama Rumah Tangga Nabi saw)

Apa itu Keperluan yang sederhana :

1. Makan minum sederhana
2. Pakaian Sederhana
3. Rumah dan isinya Sederhana
4. Kendaraan Sederhana
5. Walimah Sederhana

Kamis, 08 Desember 2011

Target Masturot "Menjadi Murobbiyah"

Al Umm Madrasatul Kubro artinya : ibu itu adalah sekolah / pendidik terbaik bagi anak anaknya. Ibu ini adalah pendidik generasi yang darinya akan lahir dan tercetak anak anak yang akan mencintai Alloh dan RosulNya atau pun menjadi musuh musuh Alloh dan RosulNya.

Maksud dan Tujuan menjadi Murobbiyah ini adalah :
Agar lahir dari rahim wanita wanita sholihah ini generasi generasi yang mencintai agama dan amalan agama.

Fadhilahnya :
"Surga ada di bawah telapak kaki ibu."

"Tanah yang subur akan tumbuh daripada tanaman yang subur pula, tanah yang gersang jangan diharapkan tumbuh tanaman yang baik melainkan yang gersang pula."

"Seorang yang menghafal al Quran dan beramal dengannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota di hari kiamat yang terangnya mahkota itu melebihi sinar matahari, apabila matahari dimasukkan kedalam rumahmu di dunia."

"Dan ingatlah para wanita apa yang dibacakan di rumah rumah kamu dari ayat ayat Alloh dan hikmah (untuk dibacakan kembali kepada keluarga)... (Al Ahzab: 34)

Kisah kisah :

1. Bagaimana seorang anak penggembala mampu menegur Abdullah bin Umar ra dengan mengatakan : "Dimana Alloh...dimana Alloh..." Ketika Abdullah bin Umar menguji keimanan dan kejujuran si anak penggembala tersebut. Walaupun dia bisa melakukannya tanpa dilihat oleh orang lain tetapi di dalam dirinya ada sifat selalu merasa diawasi oleh Alloh SWT. Didikan orang tua seperti inilah yang kita mau, sehingga anak kita mempunyai kepahaman yang seperti ini.

2. Khalid bin Walid merupakan seorang pejuang hebat. Pada saat menjelang ajalnya, dia terbaring di rumah. Dan dia merasa sedih luar biasa, karena kematiannya yang terjadi di tempat tidur dan bukan di medan pertempuran. Di saat menjelang wafatnya, datang anak perempuannya yang masih kecil, lalu menangis. Kata Khalid, "Jangan bersedih, kita minta doakan supaya Alloh SWT menjadikan bapak kamu termasuk dalam ahli surga." Lalu anak perempuan kecilnya itu berkata "Saya menangis bukan karena bapak saya akan menjadi ahli surga atau ahli neraka. Saya menangis karena nanti jika saya bermain main dengan kawan kawan lainnya, mereka akan mengatakan bahwa bapak kami meninggal syahid di jalan Alloh, sedangkan bapak kamu meninggal dunia di atas tempat tidur di rumah." Allohu Akbar !

3. Ketika Umar bin Khattab ra, Amirul Mukminin, sedang melakukan ronda di malam hari untuk mengetahui keadaan umat, karena keletihan dia bersandar di sebuah rumah. Dari balik tembok rumah tersebut, Umar ra mendengar percakapan antara anak dan ibunya. Sang ibu memerintahkan anak perempuannya untuk mencampurkan air dengan susu untuk dijual. Namun sang anak tidak menyetujuinya karena itu perbuatan yang salah dan melanggar perintah Amirul Mukminin. Ibunya berkata "Umar tidak akan mengetahui kita, dan lagi pula tidak ada yang melihat kita melakukan ini." Namun sang anak berkata "Demi Alloh, aku tidak akan berkhianat kepada Amirul Mukminin di tengah keramaian orang, dan aku tidak akan mendurhakainya ketika aku sedang sendiri." Anak ini mempunyai kepahaman akan masalah yang haq dan bathil, dan keteguhan hati untuk tetap berada di atas yang haq.

Cara Mendapatkan :

1. Menghidupkan Dakwah Ilallah kepada anak (Membentuk Yakin)
2. Menghidupkan Taklim dan Mudzakaroh (Mengenal Agama)
3. Libatkan dalam amal ibadah (Cinta pada Amal Agama)
4. Libatkan dalam perkhidmatan (Membentuk Akhlaq)
5. Menjaga adab adab : makan, minum, berpakaian, tidur, taklim, kepada orang tua.






Senin, 05 Desember 2011

Target Masturat "Menjadi Abidah"

Melibatkan isteri untuk membawa suasana masjid ke dalam rumah kita. Amal amal sholeh yang kita hidupkan di rumah ini akan mendatangkan suasana malaikat yang hadir dalam rumah kita. Jika ada amal maka malaikat akan berkerumun. Jika malaikat hadir maka yang datang adalah suasana sakinah mawahdah warohmah. Namun jika tidak hidup suasana agama di rumah kita maka yang akan datang suasana setan dan suasana maksiat ke dalam rumah kita. Sehingga akan membuat rumah kita menjadi angker dan panas. Jika suasana yang Haq ditegakkan di rumah kita, maka suasana yang Bathil akan sirna, sebagaimana kegelapan akan hilang oleh cahaya.

Maksud dan Tujuan menjadi isteri ini sebagai Abidah adalah :

Agar para isteri kita mampu dan mau menghidupkan amalan dzikir ibadah di rumah kita, sehingga rumah kita dapat hidup suasana amal bukan suasana maksiat.

Fadhilah :

"Janganlah kalian jadikan rumah rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syetan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al baqarah (menghidupkan amal baca quran)." (HR Muslim)

"Orang yang berdzikir dan tidak berdzikir ini seperti antara orang yang hidup dengan orang yang mati."

Kisah kisah :

1. Bagaimana kisahnya seorang Waliyullah Rabiah Al Adawiyah yang selalu menghijab dirinya dari dunia luar dan sibuk beribadah di dalam rumahnya.

2. Bagaimana Kisah Mariah r.ha ibu daripada Nabi Isa yang menyibukkan dirinya dalam beribadah dan bahkan untuk bertemu dengannya, pamannya Zakaria as harus melewati 7 hijab yang tertutup rapat. Namun asbab ini Alloh datangkan rezeki makanan dan minuman yang dimusim panas bisa sejuk dimakan dan dimusim dingin dalam keadaan hangat dimakan.

Cara mendapatkannya :

1. Menghidupkan sholat wajib di awal waktu di rumah.
2. Menghidupkan sholat sholat sunnat dari dhuha, awwabin, qobla, ba'diah, tahajjud, tasbih, dll.
3. Menghidupkan bacaan Quran minimal 1 Juz setiap hari.
4. Menghidupkan dzikir pagi petang dan wirid harian.
5. Menjaga doa doa masnunah.

Minggu, 04 Desember 2011

Target Masturat "Menjadi Alimah"

Syarat diterimanya amal ini adalah jika kita memahami, mengetahui dan mengamalkan hukum hukum agama seperti : syarat sahnya wudhu, shalat, mandi wajib, halal dan haramnya makanan, sampai dengan adab berjima. Bagaimana amalan seorang isteri bisa diterima jika dia tidak mengetahui syarat syarat sahnya suatu amal dan apa yang membatalkan amal tersebut. Apalagi ibu ini adalah tempat bertanya bagi para anak anaknya. 

Maksud daripada menjadi Alimah ini adalah :

agar setiap wanita ini paham apa kehendak Alloh atas dirinya, dan agar mereka bisa mendidik anak anaknya dengan agama, menjadi pengajar bagi anak anaknya.fadhilahnya :

"Barangsiapa yang memudahkan langkah kakinya ke majelis ilmu, maka Alloh akan memudahkan langkah kakinya menuju surga."

"Mempelajari 1 ayat lebih baik daripada sholat sunnat 100 rokaat. Dan mempelajari 1 bab ilmu ini lebih baik daripada sholat sunnat 1000 rakaat."

"Tiada dosa yang lebih berat yang dibawa seseorang ketika menghadap Alloh, daripada kebodohan keluarganya (dalam hal agama)."

Kisah :

1. bagaimana Aisyah r.ha menjadi ulama terbesar dan pengumpul hadits terbanyak dibanding seluruh sahabat ra. Mampu mengumpulkan kurang lebih 2500 hadits.

2. Bagaimana Umar ra masuk Islam asbab adiknya membuat taklim di rumahnya.

3. Ada seorang isteri sahabat ra yang suatu hari telah meminta cerai dari suaminya. Padahal selama ini mereka adalah keluarga bahagia. Tapi secara tiba tiba si isteri telah meminta cerai. Suaminya menjadi terperanjat. Kata suaminya "Baiklah mari kita pergi jumpa dengan Rosululloh saw agar beliau dapat memberi keputusan di antara kita." Lalu mereka keluar di waktu malam untuk berjumpa Rosululloh saw. Karena malam, suaminya telah terjatuh ke dalam lubang dan kakinya terkilir. Maka isterinya membawanya kembali ke rumah. Ketika itu isterinya berkata bahwa perceraian tidak usah dilakukan. Suaminya lebih terperanjat lagi dan menanyakan alasannya kepada isterinya. Kata sang isteri, "Semenjak kita kawin, abang tidak pernah sakit, saya tidak pernah sakit, dan anak anak tidak pernah sakit. Maka rumah yang tidak pernah datang sakit adalah rumah yang terjauh dari rahmat Alloh SWT." Ini kisah berhubungan dengan kerisauan kaum wanita yang ahli amal, yang senantiasa memikirkan amal apa yang kurang dalam hidupnya. Apa kekurangan yang dia pikirkan ? Kurangnya ujian, berarti kurangnya amal, sehingga menimbulkan kerisauan seakan akan hidup mereka jauh dari rahmat Alloh SWT.

Cara Mendapatkannya :

1. Buat Taklim rumah + Mudzakaroh

2. hadir dalam Taklim Mingguan

3. Meminta suami agar bertanya kepada ulama mengenai masalah Fiqih Wanita.

Rabu, 30 November 2011

Target Masturat "Menjadi Daiyah"

Jumlah wanita lebih banyak dari laki laki dan jumlah anak anak lebih banyak dari wanita. Jika Alloh mau mewujudkan agama di suatu kaum, maka Alloh kirimkan Nabi Nabi. Sudah menjadi ketentuan Alloh SWT semua Nabi adalah laki laki. Namun seberapa besar hidayah tersebar, ini yang Alloh liat adalah pengorbanan isteri isteri Nabi, bukan Nabinya.

Maksud dari Wanita menjadi Daiyah :
1. Mendorong suami untuk Dakwah dan Fii sabilillah
2. Menyiapkan anak anak menjadi dai-daiyah, alim-alimah, hafidz-hafidzoh
3. Untuk menanamkan fikir dan risau atas kaum wanita
4. Menghidupkan dakwah dikalangan kaum wanita

Fadhilahnya :

"Fikir sesaat ini lebih baik daripada 60-70 tahun ibadah."

"Jika anak dan suami ini fii sabilillah, maka pahala pahala mereka akan mengalir kepada ibu ataupun  isteri. Jika dalam hadits dikatakan sesaat dijalan Alloh ini lebih baik daripada berdoa di depan hajar aswad di masjidil haram pada malam Lailatul Qadar, maka lailatul Qaadar (1000 bulan = 83 tahun) x pahala ibadah di masjidil haram (100.000 pahala), ini sama dengan pahala 8,3 juta tahun ibadah.

Rosululloh saw bersabda :

"Engkau akan melihat orang orang yang beriman dalam kasih sayang mereka, dalam kecintaan mereka dan dalam keakraban mereka antar sesamanya adalah bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya merasakan sakit, maka sakitnya itu akan merembet ke seluruh tubuhnya, sehingga semua anggota tubuhnya mereka sakit dan merasakan demam karenanya." (HR Bukhari)

Kisah Daiyah :
1. Isteri Amr bin Jamuh yang mentarghib suaminya yang cacat untuk tetap berangkat di jalan Alloh. Sehingga suami yang tadinya enggan berangkat fii sabilillah karena udzur, jadi berangkat juga dan syahid di jalan Alloh.

2. Suatu ketika Aisyah r.ha menunjukkan rasa senangnya dengan keberadaan Nabi saw bersamanya di rumah. Lalu Nabi saw bertanya, "Mengapa engkau nampak begitu senang wahai Aisyah ?" Lalu Aisyah r.ha menjawab "Ya Rosululloh bagaimana aku tidak senang RosulNya Alloh ada bersamaku di rumahku." Lalu Nabi saw menjawab "Wahai Aisyah tahukah kamu ada wanita yang lebih beruntung daripada kamu ?" Mendengar hal ini muka Aisyah merah padam dimakan api cemburu, karena pikirnya ada mungkin Nabi saw mau menikah lagi atau ada isteri isteri Nabi saw yang lebih dicintai Nabi saw melebihi dirinya. Aisyah r.ha bertanya dengan nada marah, "Siapa wanita itu ya Rosululloh ? Nabi saw menjawab "Wanita yang ditinggal suaminya fii sabilillah, maka Allohnya Rosul bersamanya dengan dia."

3. Khadijah r.ha ketika menikah dengan Rosululloh saw merupakan salah satu wanita terkaya di Mekkah. Namun asbab pengorbanannya untuk agama, maka beliau telah habiskan seluruh hartanya untuk mendukung dakwahnya Nabi saw. Sehingga menjelang ajalnya, sangking miskinnya keadaan Khadijah r.ha, selembar kain kafan yang mencukupi pun tidak ada. Ketika Nabi saw pertama kali menerima wahyu, Khadijah r.ha lah yang menyemangati Nabi saw dan meredakan rasa takut Nabi saw ketika pertama kali menerima wahyu.

Cara Mendapatkannya :

1. Hidupkan Musyawarah Rumah Harian : Fikir Nusroh Jamaah, Fikir Tasykil Keluarga, Fikir Agama

2. Apabila datang kawan kawan wanita maka dakwahkan kepada mereka kebesaran Alloh, pentingnya agama, dan usaha atas agama.

3. Keluar 3 hari setiap 3 bulan, 15 hari, 40 hari, dan 2 bulan IP (India Pakistan)




Jumat, 25 November 2011

Perintah Menyelamatkan Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Alloh SWT berfirman :

"Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari adzab api neraka."

Memperbaiki diri ini adalah perintah Alloh, berdakwah kepada keluarga juga perintah Alloh. Namun agar keluarga bisa ikut dalam usaha perbaikan, maka perlu kita perbaiki diri kita terlebih dahulu. Alloh SWT perintahkan kita untuk memperbaiki diri kita agar bisa membimbing keluarga kita ke jalan yang Alloh SWT mau.

Rosululloh saw bersabda :

"Alloh SWT tidak akan menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak akan menerima amal perbuatan tanpa iman." (HR Atthabrani)

Maka bagi kaum wanita dibutuhkan 2 usaha :

1. Amal Maqami Wanita

2. Pergi di Jalan Alloh

Amal Maqami Wanita di rumah :
1. Hidupkan Suasana Ilmu : Taklim Rumah
2. Hidupkan Suasana Masjid : Dzikir Ibadat
3. Hidupkan Suasana Sunnah : Kesederhanaan
4. Hidupkan Tarbiyah Walad : Mudzakaroh dan Dakwah Ilallah dengan anak
5. Hidupkan Suasana Dakwah : Musyawarah Harian dengan suami dan Tasykil
6. Hidupkan Perkhidmatan : Suasana Akhlaq

Pergi di Jalan Alloh :

1. Tiga hari setiap 3-4 bulan sekali
2. Lima belas hari
3. Empat puluh hari
4. Dua bulan India dan Pakistan

Alloh SWT berfirman :

"Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki laki maupun perempuan, dan ereka dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS An Nahl : 97)

"Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al 'Araf : 96)

"Dan Alloh telah berjanji kepada orang orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal amal yang sholeh bahwa Dia sungguh sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di ridhoi Nya untuk mereka, dan Dia benar benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang orang yang fasik." (QS An Nuur : 55)

Dan masih banyak lagi fadhilah fadhilah dari Iman dan Amal Sholeh yang dijelaskan Alloh SWT dalam al Quran, begitupun juga dalam hadits hadits Nabi kita, Nabi Muhammad saw.

Atas perkara ini maka kita perlu membuat usaha untuk dapat mewujudkan ini semua. Apa target dari usaha masturat ini ?

Target Masturat ( wanita / isteri )

1. Menjadi Daiyah
2. Menjadi Alimah
3. Menjadi Abidah
4. Menjadi Murobbiyah
5. Menjadi Zahidah
6. Menjadi Khadimah







Rabu, 23 November 2011

AISYAH Binti ABU BAKAR r.a

Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, " Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.' Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat." Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannya dan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik. 

Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya.

Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, " Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,' Ini adalah istrimu.' Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,' Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana."

Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a.

Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, " Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a."

Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan "Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,' Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaan Rasulullah SAW." Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, 'Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)'.

Di antara istri-istri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAW meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, "Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku."

Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, "Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi." Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, "Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu." Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.
 
Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam diri didalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT.
Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, "Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, 'Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah."

Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal.

Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkan hadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, "Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma." (HR. Ahmad )

Maimunah Binti Al-Harits -radhiallaahu 'anha

Dialah Maimunah binti al-Harits bin Huzn bin al-Hazm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’ah al-Hilaliyah. Saudari dari Ummul Fadhl istri Abbas. Beliau adalah bibi dari Khalid bin Walid dan juga bibi dari Ibnu Abbas.

Beliau termasuk pemuka kaum wanita yang masyhur dengan keutamaannya, nasabnya dan kemuliaannya. Pada mulanya beliau menikah dengan Mas’ud bin Amru ats-Tsaqafi sebelum masuk Islam sebagaimana beliau. Namun beliau banyak mondar-mandir ke rumah saudaranya Ummul Fadhl sehingga mendengar sebagian kajian-kajian Islam tentang nasib dari kaum muslimin yang berhijrah. Sampai kabar tentang Badar dan Uhud yang mana hal itu menimbulkan bekas yang mendalam dalam dirinya.

Tatkala tersiar berita kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar, kebetulan ketika itu Maimunah berada didalam rumah saudara kandungnya yaitu Ummu Fadhl, maka dia juga turut senang dan sangat bergembira. Namun manakala dia pulang ke rumah suaminya ternyata dia mendapatkannya dalam keadaan sedih dan berduka cita karena kemenangan kaum muslimin. Maka hal itu memicu mereka pada pertengkaran yang mengakibatkan perceraian. Maka beliau keluar dan menetap di rumah al-‘Abbas.

Ketika telah tiba waktu yang telah di tetapkan dalam perjanjian Hudaibiyah yang mana Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam diperbolehkan masuk Mekkah dan tinggal di dalamnya selama tiga hari untuk menunaikan haji dan orang-orang Quraisy harus membiarkannya. Pada hari itu kaum muslimin masuk Mekkah dengan rasa aman, mereka mencukur rambut kepalanya dengan tenang tanpa ada rasa takut. Benarlah janji yang haq dan terdengarlah suara orang-orang mukmin membahana,”Labbaikallâhumma Labbaika Labbaika Lâ Syarîka Laka Labbaik…”. Mereka mendatangi Mekkah dalam keadaan tertunda setelah beberapa waktu bumi Mekkah berada dalam kekuasaan orang-orang musyrik. Maka debu tanah mengepul di bawah kaki orang-orang musyrik yang dengan segera menuju bukit-bukit dan gunung-gunung karena mereka tidak kuasa melihat Muhammad dan para sahabatnya kembali ke Mekkah dengan terang-terangan, kekuatan dan penuh wibawa. Yang tersisa hanyalah para laki-laki dan wanita yang menyembunyikan keimanan mereka sedangkan mereka mengimani bahwa pertolongan sudah dekat.

Maimunah adalah salah seorang yang menyembunyikan keimanannya tersebut. Beliau mendengarkan suara yang keras penuh keagungan dan kebesaran. Beliau tidak berhenti sebatas menyembunyikan keimanan akan tetapi beliau ingin agar dapat masuk Islam secara sempurna dengan penuh Izzah (kewibawaan) yang tulus agar terdengar oleh semua orang tentang keinginannya untuk masuk Islam. Dan diantara harapannya adalah kelak akan bernaung di bawah atap Nubuwwah sehingga dia dapat minum pada mata air agar memenuhi perilakunya yang haus akan aqidah yang istimewa tersebut, yang akhirnya merubah kehidupan beliau menjadi seorang pemuka bagi generasi yang akan datang. Dia bersegera menuju saudara kandungnya yakni Ummu fadhl dengan suaminya ‘Abbas dan diserahkanlah urusan tersebut kepadanya. Tidak ragu sedikitpun Abbas tentang hal itu bahkan beliau bersegera menemui Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan Maimunah untuk Nabi. Akhirnya Nabi menerimanya dengan mahar 400 dirham. Dalam riwayat lain, bahwa Maimunah adalah seorang wanita yang menghibahkan dirinya kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam maka turunlah ayat dari Allah Tabaraka Ta’ala (artinya) :

“….Dan perempuan mukmin yang menyerahkan diri kepada Nabi kalau Nabi mengawininya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin….”( al-Ahzab: 50)

Ketika sudah berlalu tiga hari sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian Hudaibiyah, orang-orang Quraisy mengutus seseorang kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengatakan: ”Telah habis waktumu maka keluarlah dari kami”. Maka Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan ramah:

“Bagaimana menurut kalian jika kalian bairkan kami dan aku marayakan pernikahanku ditengah-tengah kalian dan kami suguhkan makanan untuk kalian???!”

Maka mereka manjawab dengan kasar: ”Kami tidak butuh makananmu maka keluarlah dari negeri kami!”.

Sungguh ada rasa keheranan yang disembunyikan pada diri kaum musyrikin selama tinggalnya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam di Mekkah, yang mana kedatangan beliau meninggalkan kesan yang mendalam pada banyak jiwa. Sebagai bukti dialah Maimunah binti Harits, dia tidak cukup hanya menyatakan keislamannya bahkan lebih dari itu beliau daftarkan dirinya menjadi istri Rasul Shallallâhu ‘alaihi wa sallam sehingga membangkitkan kemarahan mereka. Untuk berjaga-jaga, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tidak mengadakan walimatul ‘Urs dirinya dengan Maimunah di Mekkah. Beliau mengizinkan kaum muslimin berjalan menuju Mekkah. Tatkala sampai disuatu tempat yang disebut ”Sarfan” yang beranjak 10 mil dari Mekkah maka Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam memulai malam pertamanya bersama Maimunah radhiallaahu 'anha. Hal itu terjadi pada bulan Syawal tahun 7 Hijriyah.

Mujahid berkata:”Dahulu namanya adalah Bazah namun Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menggantinya dengan Maimunah. Maka sampailah Maimunah ke Madinah dan menetap di rumah nabawi yang suci sebagaimana cita-citanya yang mulai, yakni menjadi Ummul Mukminin yang utama, menunaikan kewajiban sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya, mendengar dan ta’at, setia serta ikhlas. Setelah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menghadap ar-Rafiiqul A’la, Maimunah hidup selama bertahun-tahun hingga 50 tahunan. Semuanya beliau jalani dengan baik dan takwa serta setia kepada suaminya penghulu anak Adam dan seluruh manusia yakni Muhammad bin Abdullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Hingga, karena kesetiaannya kepada suaminya, beliau berpesan agar dikuburkan di tempat dimana dilaksanakan Walimatul ‘urs dengan Rasulullah.

‘Atha’ berkata:”Setelah beliau wafat, saya keluar bersama Ibnu Abbas. Beliau berkata:”Apabila kalian mengangkat jenazahnya, maka kalian janganlah menggoncang-goncangkan atau menggoyang-goyangkan”. Beliau juga berkata:”Lemah lembutlah kalian dalam memperlakukannya karena dia adalah ibumu”.

Berkata ‘Aisyah setelah wafatnya Maimunah: ”Demi Allah! telah pergi Maimunah, mereka dibiarkan berbuat sekehendaknya. Adapun, demi Allah! beliau adalah yang paling takwa diantara kami dan yang paling banyak bersilaturrahim”.

Keselamatan semoga tercurahkan kepada Maimunah yang mana dengan langkahnya yang penuh keberanian tatkala masuk Islam secara terang-terangan membuahkan pengaruh yang besar dalam merubah pandangan hidup orang-orang musyrik dari jahiliyah menuju dienullah seperti Khalid dan Amru bin ‘Ash radhiallaahu 'anhu dan semoga Allah meridhai para sahabat seluruhnya.